Ini Kandang Kita Juli 18, 2007
Posted by kasar in opini.trackback
Nasionalisme orang-orang Indonesia terbersit selama Piala Asia 2007. Luar biasa. Sekali lagi sepak bola terbukti bisa memicu nasionalisme seseorang. Termasuk membuat presiden, wakilnya, dan beberapa pejabat lain berbicara tentang bola.
Latah? Ikut-ikutan? Mungkin saja.
Sebelum Piala Asia 2007, cuma segelintir orang yang tahu kalau SBY ternyata pecinta sepak bola. Kini, dia ngomongin sepak bola dan dan ulah suporter ketika membuka acara seremonial sebuah pabrik. Tak ada hubungannya dengan bola. JK, bawahan SBY, dua kali mengunjungi tempat latihan timnas Indonesia. Seperti kebanyakan orang Makassar, JK selalu suka bola.
Ini kandang kita. Itu semboyan yang didengungkan Nike sebagai sponsor kostum timnas. Semboyan yang bertolak belakang dari prestasi timnas selama ini. Selain ini main di kandang atau luar kandang, tetap saja hasilnya buruk.
Kata pengamat, yang membedakan timnas selama ini ada dua hal. Pertama, motivasi bertanding dan kedua, gol yang tercipta. Para pemain seperti singa lapar di tengah lapangan. Bola adalah daging bulat yang dilempar ke sana kemari. Kejar terus. Jengkang siapa yang menghalangi. Tapi, ketika mencetak gol, insting buas pemain kembali pada logika manusia yang diterjemahkan dalam teknik sepak bola. Gol-gol yang tercipta terencana dengan baik. Ini yang membedakan timnas saat ini dengan sebelumnya.
Apa pun hasilnya nanti (tulisan ini dibuat empat jam sebelum parati Indonesia vs Korea), dua hal baru di atas harus dijaga. Cuma dengan cara ini Indonesia bisa dilirik dunia. Bangsa ini sudah terpuruk, dan prestasi sepak bola adalah obat mujarab.
Ayo, Indonesia.
Komentar»
No comments yet — be the first.