jump to navigation

Salah Kaprah Juli 20, 2007

Posted by kasar in opini.
trackback

Terus terang, saya lebih suka bekerjasama dengan laki-laki dibanding perempuan. Saya lebih nyaman di antara rekan pria. Tapi bukan berarti saya mengagungkan superiortias laki-laki. Di mata saya sama, keduanya punya kodrat.

Saya baru tahu, ternyata ada beberapa salah kaprah tentang kodrat relasi pria dan wanita. Ini karena kebanyakan orang Indonesia sudah terlalu lama dan sering mengkonsumsi mitos.

Salah kaprah pertama, kodrat wanita itu bukan diliat dari sosok yang lemah, harus dilindungi, tidak boleh sendirian, dan lain sebagainya. Kodrat wanita itu adalah dia punya vagina, payudara dan rahim sebagai alat reproduksi. Kodrat pria punya penis dan tidak berreproduksi. Selesai sampai di situ, tidak perlu meluas kemana-mana.

Salah kaprah kedua, pria menikah dan jadi bapak adalah pelindung keluarga. Nah, kalau dia itu dalam bahaya siapa yang melindungi ya? Keluarga harus saling melindungi. Meski kaya dan punya jabatan, si bapak harus dilindungi anggota keluarga yang lain. Misalnya dengan memberikan dukungan di saat dia kecewa dan frustrasi.

Salah kaprah ketiga, pria atau suami harus mencari duit buat keluarganya. Padahal, setiap anggota keluarga bisa mencari uang. Suami istri sama saja. Bukan alasan untuk merendahkan pasangan jika tidak bekerja dan punya penghasilan tetap. Yang penting kerjasama.

Jadi inget salah satu quote di film animasi The Ant Bully. Seekor semut bertanya pada seorang anak yang setelah disihir berubah kecil menyerupai semut. Mereka menatap kota besar dari kejauhan.

“Itu sarang kalian, manusia,” tanya Zoc, si semut.

“Betul,” jawab Peanut, si anak.

“Pasti manusia sedang bekerja sama di sana,”

“Hmmm, tidak juga. Mungkin beberapa iya.”

“Wah, sangat primitif sekali…”

Komentar»

1. aribowo - Juli 28, 2007

tapi kalo gak ada ceweknya kan gak manis jadinya