jump to navigation

Juventus dan Italia Agustus 28, 2007

Posted by kasar in opini.
trackback

Liga Italia tidak pernah lengkap tanpa Juventus. Bersama Inter Milan, Juventus adalah tim yang belum pernah degradasi, sampai musim kompetisi 2005-06. Juve atau sering diujuluki si Nyonya Tua degradasi setelah terbukti terlibat skandal suap (calciopoli).

Tanpa Juventus, Inter Milan yang jadi musuh utama di Italia meraja lela. Jauh sebelum kompetisi berakhir, Inter Milan memastikan gelar juara atau disebut scudetto (artinye perisai). Kini Juve telah kembali. Return in style, kata beberapa media. Menang 5-1 di partai pembuka bukan masalah enteng. Apalagi setelah mejalani hukuman dan berbagai tragedi selama tahun 2006. Yang menarik, meski Juve adalah yang terbaik di Italia, tapi nasib kedua sering kontras. Waktu tim Kuda Zebra ini merajai Liga Italia dan Eropa, prestasi tim nasional Italia justru amburadul. Dua yang paling menyakitkan adalah kalah golden goal dari Perancis di final Piala Eropa 2000, dan dipermalukan tim kemarin sore Korea di Babak 16 Besar Piala Dunia 2002. Dua kejadian yang ditangisi jutaan tifosi.

Tapi ketika Juve jadi pesakitan, diawali dengan pengaturan skor dan permainan antara mafia, Italia justru berjaya. Ibarat raksasa bangkit dari tidurnya. Ingat, tidak ada yang menjagokan It05.jpgalia di Piala Dunia 2006. Tak seorang pun. Beberapa pengamat menempatkan Fabio Cannavaro dkk sebagai tim unggulan. Jadi juara? Ah, bener aja, bos. Tapi itulah yang terjadi. Italia juara. Banyak kejadian yang meragukan kualitas mereka. Siapa peduli. Sejarah cuma mencatat sang juara.

Juventus dan Italia boleh ibarat koin dengan dua sisi. Tapi faktanya, prestasinya keduanya justru berbeda. Kalau nanti Juve berprestasi lagi, tim Italia bisa saja terpuruk.Tunggu Piala Eropa 2008. Kalau Juventus juara Liga Italia, apakah tim Italia juga berprestasi di Eropa. Atau malah tidak lolos ke turnamen yang sering dijuluki Piala Dunia mini itu?

Juve return in style

Sunday Aug 26 2007 10:39

Juventus made a stunning start to life back in Serie A as they thrashed Livorno 5-1, with France striker David Trezeguet scoring a hat-trick.

Juve led 1-0 with 19 minutes to play through Trezeguet’s opener, but both he and Vincenzo Iaquinta added late doubles to put a convincing gloss on the scoreline for the Turin giants.

However, coach Claudio Ranieri said after the game: “The team continued to believe in itself and played its usual style.

“It wasn’t easy because Livorno are strong defensively and then try to hit you on the break, but we stayed calm and waited for the right moment to strike.

“We made a few too many mistakes, though, and there were a few uncertainties in defence.”

In the day’s other game, Lazio and Torino drew 2-2 in the capital, with the game marred by home defender Modibo Diakhite suffering a broken leg.

(http://www.football.co.uk/news/juve_return_in_style_251490.shtml)

Komentar»

No comments yet — be the first.